Friday, November 17, 2006

ASYIKNYA BERAKHIR PEKAN DI BAUERNHAUS







Wilayah Jerman Utara terkenal akan pantainya yang indah, atau kota Hamburg yang memiliki pelabuhan internasional terbesar di Jerman, atau pun kepulauan Friesland yang berjajar di perbatasan antara Jerman dengan Belanda. Padahal, rumah-rumah pertanian berusia ratusan tahun yang banyak terdapat di Jerman Utara, merupakan salah satu karakteristik wilayah tersebut. Merayakan Natal yang syahdu atau pun sekedar berakhir pekan di rumah pertanian tua, akan meninggalkan kesan yang mendalam.

Ada dua kota besar yang terkenal secara internasional di wilayah Jerman Utara;yaitu, kota Hamburg dan Bremen. Kota Hamburg sendori dikenal juga sebagai kota yang merupakan „pintu gerbang dunia“, karena, hanya lewat pelabuhan Hamburglah terjadi lalu lintas perdagangan baik itu dari Jerman ke dunia luar mau pun sebaliknya. Jalur perdagangan internasional melalui pelabuhan Hamburg sudah berlangsung selama ratusan tahun, dan merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di dunia. Tidak jauh dari kota Hamburg, juga ada kota Bremen dan pelabuhan Bremenhafen yang terkenal akan perdagangan tembakaunya. Bremen adalah kota kmetropolitan kecil dengan jumlah penduduk 554 000 orang, berbeda dengan kota Hamburg yang berkesan internasional, kota Bremen tetap berada kepada dunia masa lampau, dengan memperrtahankan tembok-tembok tua bersejarah dan bangunan-bangunan tua di pusat kota. Namun, daya tarik Jerman Utara bukan hanya kehadiran kota-kota metropolitan tersebut, melainkan juga rumah-rumah pertanian tua atau Bauernhaus yang unik.

Rumah-rumah pertanian itu tersebar di wilayah Niedersachsen, dan tentuny tidak berada di dalam kota besar, melainkan jauh di luar, di desa-desa kecil yang sunyi, dengan kebun berhektar-hektar luasnya, terpisah jauh dari tetangga kiri dan kanan. Bangunan-bangunan rumah pertanian bentuknya bervariasi, meski pada dasarnya memiliki kemiripan satu dengan yang lain. Rumah pertanian tersebut sekaligus mencerminkan kemandirian penghuninya dan kekayaan atau kesuksesan sebuah keluarga petani, dengan banyak menggunakan unsur kayu pada arsitekturnya. Meskipun berada di tempat terpencil, tidak berarti para petani itu ketinggalan teknologi, karena teknologi maju seperti mesin dan alat traktor telah digunakan sehari-hari, terutama semenjak 50 tahun belakangan ini. Pengaruh alam, geografis dan politik turut memperngaruhi konsep bangunan pertanian Jerman, dan juga mencerminkan sikap mental kaum petaninya. Sebuah rumah pertanian merupakan gabungan dari dunia keluarga petani dan dunia kerja. Di rumah-rumah pertanian yang masih aktif digunakan, akan terdengar bunyi mesin pengolah makanan, bunyi binatang ternak dan bau pupuk kandang yang merupakan ciri khas Bauernhaus. Atmosfir seperti itu tentu saja tidak akan kita dapatkan bila mengunjungi rumah-rumah pertanian tua yang sudah dijadilan rumah persitirahatan atau pun hotel. Manusia dan hewan ternak adalah kesatuan yang tidak terpisahkan di Baernhaus.

Manusia dan Hewan dalam Satu Atap

Kerjasama antara manusia dengan hewan dan hidup bersama di bawah satu atap adalah titik penting dalam kehidupan di rumah pertanian. Hingga abad ke 18, rumah-rumah pertanian di Jerman Utara bisa dikatakan tidak mempunyai tungku perapian.Sebuah oven terbuka yang terletak di tengah-tengah ruang keluarga, merupakan pusat kehangatan utama rumah pertanian. Rumah pertanian umumnya memiliki satu ruang keluarga dengan tungku perapian, yang bersebelahan dengan kandang sapi atau hewan ternak lainnya. Di lantai atas, terdapat kamar tidur dan kamar mandi. Ruang dapur yang besar terdapat bersebelahan dengan ruang keluarga. Atap rumah pertanian terbuat dari anyaman jerami tua disebut Strochdach, sementara dinding rumah terbuat dari rangka kayu dan batu bata. Rangka kayu itu dibiarkan menonjol dan tampak dari luar, membentuk semacam motif yang cantik, bagian atapnya yang berbentuk kerucut akan sangatlah tinggi, menutupi lantai atas bangunan. Prinsip utama dari bauernhaus adalah satu bangunan yang merupakan tempat tinggal keluarga petani dan hewan ternak mereka serta gudang penyimpan bahan-bahan makanan, semuanya berada di bawah naungan satu atap!

Berakhir Pekan di Rumah Pertanian

Salah satu rumah pertanian yang hampir setiap tahun kami kunjungi, terletak di dekat kota Rottenburg, bernama Borchel 23. Sebagaimana halnya rumah-rumah pertanian umumnya di wilayah Jerman Utara, Borchel 23 juga memiliki ciri khas berupa rangka kayu yang tampak pada bagian luar. Kompleks rumah pertanian ini terdiri dari dua bangunan, satu bangunan utama berupa Hallhaus, serta bangunan tambahan kecil berupa rumah kecil yang memiliki dua lantai. Rumah berusia 200 tahun itu memiliki kebun seluas satu hektar, telah berubah fungsi dari rumah petani menjadi rumah peristirahatan milik tuan tanah bernama Ingbert Lindemann. Karena sudah berubah fungsi pulalah, kandang sapi yang tadinya berada di dalam gedung utama, telah berubah menjadi ruang makan yang luas, yang bisa menampung sekitar 50 orang. Dua buah meja kayu panjang dan bangku-bangku kayu, mengisi bekas kandang sapi tersebut. Dari ruang makan besar tersebut, ada dua buah pintu yang menghubungkan ke ruangan lain. Satu pintu langsung menghubungkan dengan ruang keluarga, di mana terdapat tunggu perapian dan meja makan berukuran sedang. Satu pintu menghubungkan ke dapur yang luas. Di ujung sayap bangunan yang lain, terdapat kamar tidur utama, kamar tamu, kamar mandi dan satu ruang keluarga lagi. Sebuah tangga menghubungkan bangunan bagian bawah dengan lantai atas, tempat berjajar kamar-kamar tidur dan kamar mandi, yang dahulu diisi oleh keluarga besar petani. Bauernhaus biasanya diisi oleh dua hingga tiga generasi keluarga, mulai dari nenek,kakek, kedua orang tua, anak hingga cucu, semuanya bersama-sama bekerja mengolah pertanian. Kamar-kamar di Borchel 23 kini digunakan untuk para tamu yang kebetulan menyewa rumah pertanian tersebut untuk berakhir pekan atau sekedar berlibur.

Tentu saja sudah tidak ada lagi kandang sapi, kandang ayam, dan hewan-hewan ternak berkeliaran di rumah pertanian yang kami inapi. Akan tetapi keindahan padang rumput yang luas masih bisa dinikmati dari jendela kamar tidur atau pun dari teras bangunan. Selain tungku perapian, rumah pertanian modern telah dilengkapi dengan air hangat, listrik, dan kamar mandinya tidak berbeda dengan kamar mandi modern yang dilengkapi dengan Bath Tube dan Shower. Berbagai jenis bunga-bungaan bisa ditemukan di kebun luas di rumah pertanian. Warna-warna tanaman yang berubah jika musim berubah, membuat pemandangan sangat cantik dan romantis. Pagi hari, burung-burung liar berkicau beramai-ramai di setiap pucuk pepohonan, sementara tidak jauh dari bangunan rumah, terdapat danau luas yang dibiarkan secara alamiah, dipenuhi oleh ratusan katak yang bernyanyi keras pada malam hari. Terkadang, bisa kita temukan rusa atau pun musang, mengintip kami dari balik rimbun rerumputan dan semak belukar. Jika ingin melihat kehidupan petani yang sesunggunnya, kita bisa berjalan ke Bauernhaus yang terletak tidak jauh dari Borchel 23, yang masih aktif di gunakan. Di sana, dijual susu segar yang langsung diperah dari sapi, atau telur yang diambil langsung dari kandang ayam.
Pada malam Natal, suasana akan bertambah syahdu, terutama ketika salju turun menutupi hampir seluruh halaman. Lapangan rumput yang tadinya hijau pun berubah menjadi lapisan berwarna putih, atap jerami berubah menjadi atap putih. Duduk di depan tungku perapian yang hangat dengan cahaya temaram, memandangi turunnya salju di rumah pertanian, adalah saat-saat paling syahdu dan romantis, yang tidak akan terlupakan selamanya(Nia Sutiara Kroenert). Majalah Dewi edisi April 2003.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home